Panduan Pemilik Kucing Baru: Mana Pasir Terbaik untuk Anabul dan Dompetmu? (Bentonite, Tofu, Zeolit)

Selain makanan, salah satu item yang tak kalah penting saat merawat kucing adalah kebutuhannya akan pasir. Pasir kucing ini bisa dikatakan menjadi kubutuhan pokok yang harus ada saat kita punya pelihara kucing. Apalagi kucing itu termasuk hewan yang sangat memperhatikan kotorannya.

Di alam liar, selain dari urin, kotoran bagi kucing juga dipakai sebagai penanda wilayah. Karena kucing, sama seperti anjing, mengenali satu sama lain dari baunya. Jadi katakanlah daerah tersebut ada kucing baru lalu mereka mendeteksi bau yang khas dari salah satu kucing garong di sana, kucing itu tahu dia harus jaga sikap atau segera pergi bergegas mencari daerah lain yang lebih bebas.

Kalau di lingkungan luar, kucing bisa buang air besar di atas pasir yang ada di sekitarnya. Tapi ketika kucing itu jadi peliharaan di dalam rumah, tentu saja otomatis kita sebagai penanggung jawab mereka harus menyediakan fasilitas itu. Satu, biar kucingnya tetap nyaman di dalam rumah dan dua, biar lingkungan rumah kita juga terjaga kebersihannya.

Pada dasarnya segala macam pasir bisa sih dipakai, tapi semua itu kembali ke budget masing – masing dan situasi Pawrentnya. Karena jenis pasir yang tersedia di pasaran juga banyak banget, jadi bisa memudahkan Pawrent untuk menentukan pilihan. Mau pakai jenis pasir kucing yang seperti apa yang cocok untuk dia dan anabulnya, semua kembali ke pilihan masing – masing.

Pasir Gumpal Bentonite – Pasir Kucing Sejuta Umat

Kita mulai bahas dari yang paling umum dan paling banyak dipakai, yaitu jenis pasir kucing bentonite. Pasir ini juga dikenal dengan sebutan pasir gumpal, terbuat dari bahan tanah liat alami yang mengandung sodium bentonite yang punya kemampuan untuk menyerap air. Jadi ketika tanah ini terkena air maka akan terjadi reaksi menggumpal, makanya disebut pasir gumpal. Karena daya serapnya yang tinggi ini, jenis pasir kucing ini adalah yang paling populer.

Pasir kucing murah dengan peminat yang paling banyak ini rata – rata dijual dalam karung bersar 25kg. Udah kayak kantong beras lah ini. Beberapa petshop ada juga yang mengemas ulang (repack) biar ada kemasan hematnya, dengan harga yang ditawarkan tetap murah. Jadi beneran kayak belanja kebutuhan beras, beli rutin lalu dipakai sebulan (atau lebih).

Di beberapa produsen pasir kucing ini juga ada yang memberikan variasi aroma. Jadi bisa sekalian berfungsi sebagai pengharum ruangan kucing.

Kebanyakan pasir ini masih diproduksi di dalam negeri, untuk kebutuhan dalam negeri. Pawmin sempet dulu banget ditawari juga untuk manage usaha ini, cuma Pawmin nggak berani, tanggung jawabnya (dan duitnya) gede. Kalau Pawrent ada yang minat usaha jadi produsen/distributor pasir kucing, gas lah, peluang dan pasarnya ciamik. Tapi tetep hati – hati penipuan ya.

Perlu diketahui kalau pasir jenis ini tidak bisa diuraikan alami di alam. Kalaupun mau dikomposkan juga tidak bisa langsung, butuh penangganan lebih agar pasir ini bisa terurai tanpa membawa bahaya seperti pathogen Toxoplasma gondii.

Itu lho, cacing yang selalu jadi kambing hitam penyebab orang jadi mandul. Sering denger kan orang bilang ‘jangan pelihara kucing, nanti nggak bisa punya anak!’, nah pathogen ini yang jadi tersangkanya. Padahal kalau kucingnya dirawat dengan baik dan sehat, kita Pawrentnya juga bakal aman saja.

Karena nggak bisa terurai alami dan jadi berat, maka tidak jarang petugas sampah nolak untuk mengangkutnya. Ini juga kejadian yang dialami sama teman Pawmin, karena beberapa kali sampah di rumahnya nggak diangkut.

Lalu ketika temen Pawmin ketemu petugas sampahnya terus dia tanya alasannya, petugasnya terus info kalau itu sampahnya berat dan pasir kucing ini jenis sampah yang nggak bisa diolah di TPS. Alasan petugasnya bener dan masuk akal.

Yang membagongkan itu adalah respon teman Pawmin. Setelah dengar penjelasan petugas sampah, yang dia lakukan apa? dia membuang pasir kucingnya ke sungai dekat rumahnya.

Tepok jidat lah Pawmin!, gak lama setelah itu dia cerita kalau rumahnya kebanjiran, karena sungainya mampet. Ya gara – gara ulah dia sendiri itu. Solusinya dia tidak menyelesaikan masalah, tapi malah bikin masalah baru (yang lebih besar).

Padahal Pawmin sudah sempet saranin untuk cari TPU pusatnya aja kalau sampah dia nggak bisa keangkut ke TPS. Tapi memang kadang ada orang (ngeyel) yang harus ngerasain sakitnya sendiri baru mau dengerin nasehat orang lain. Akhirnya sekarang dia rutin tiap pagi pergi ke TPU buat buang pasir kucingnya.

Dari sisi kucingnya sendiri, pasir jenis ini kan mengumpal ya dan kadang ada partikel kecilnya yang kebawa di sela – sela kaki kucing. Pawmin pernah baca kalau hal ini nggak baik untuk kucing dan bisa bikin kucing sakit karena pasirnya terjilat dan ngumpul di badan dia.

Karena sifatnya yang menyerap air dan tidak bisa diurai alami, makanya saat masuk ke sistem tubuh pasirnya tidak bisa diproses di tubuh dan jadi nutupin saluran pencernaan, lalu akhirnya bikin mampet.

Jujur Pawmin baru pernah sekali dengar cerita ini di circle Pawmin, artinya bukan kasus yang sering terjadi. Tapi bukan berarti kita terus abai, kita bisa pahami ini sebagai potensi bahaya yang harus dipertimbangkan juga.

Rekomendasi Pasir Bentonite Yang Ramah Di Kantong

Pasir Kucing Bentonite FRONTERA 5L

Pasir Kucing Bentonite FOLOPETS 5L/10L

Pasir Kucing Bentonite SOL LATANZA PREMIUM

Pasir Kucing Bentonite CAPTAIN CAT 5L

Pasir Tofu Kucing – Pilihan Alami Ramah Lingkungan

Ok kita pindah topiknya ke jenis pasir kucing yang lain, pasir tofu. Sesuai dengan namanya ‘tofu’ (Bahasa inggrisnya tahu;makanan) pasir ini terbuat dari campuran bahan kedelai (ampas tahu) dan jagung yang mudah menggumpal saat basah.

Bentuk fisiknya dibuat seperti korek api yang kecil dan memanjang, dan umumnya di pasarkan dalam kemasan 5-7 kg. Pawmin belum nemu sih yang jual sak besar kayak pasir bentonite, mungkin someday lah ada yang bikin.

Pasir tofu mulai terlihat di pasaran rasanya sekitar 2010an, cuma baru mulai nge-hits itu kayaknya sekitar 2020an sekitar pandemi. Pawmin nggak berani buat pernyataan pastinya kapan, karena ini berdasarkan perkiraan Pawmin saja. Tapi waktu muncul dan pertama kali mencobanya, Pawmin suka produk ini.

Latar belakang pasir tofu ini muncul Pawmin juga suka, karena idenya berawal dari pemanfaatan limbah kedelai (ampas tahu) dan dicampur dengan jagung. Dibikin kayak korek gitu kecil – kecil, tambahin pewarna/aroma, dikeringin terus udah bisa dipakai. Jadi limbah kedelainya bisa terkelola dengan baik dan menghasilkan cuan juga.

Dulu seingat Pawmin nonton ulasannya dari channel luar, makanya ketika lihat di petshop langganan langsung sumringah untuk nyobain.

Karakteristik pasirnya kurang lebih sama dengan pasir bentonite, yaitu gampang menyerap bau, mengikat air juga (menggumpal), dan yang paling Pawmin suka karena dia bisa dibuang di kloset. Jadi untuk masalah pembuangan limbah kotoran kucing bisa terselesaikan dengan adanya pasir tofu ini. Dan dia larut jadi nggak mampetin kayak pasir bentonite.

Yang jadi minus dari produk ini sejauh ini adalah stok yang masih terbatas, jadi mungkin sebarannya masih di kota – kota besar saja dan harganya yang lumayan pricey. Untuk 1 kantong pasir tofu dibanderol harga 40.000,- – 70.000,- untuk berat 5-7 kg. Yang mana hal ini lumayan berat kalau misalkan Pawrent punya kucing yang banyak.

Pawmin jarang sebenarnya pakai pasir kucing jenis ini, tapi Pawmin tetep stok karena pasir ini jadi pilihan Pawmin setiap kali harus pergi luar kota agak lama. Kucing Pawmin ada 4 dan mereka semua full indoor, dan Pawmin belum nemu catsitter yang cocok untuk bisa control kebutuhan mereka saat Pawmin pergi jadi pasir tofu ini selalu disiapkan.

Jadi ketika Pawmin pulang, bersih – bersih rumahnya jadi bisa lebih ringkes. Karena untuk cat littrenya tinggal serokin saja dan buang di kloset, nggak pake mikir bikin mampet apa enggak. Sangat membantu Pawmin sekali waktu beres – beres.

Untuk Pawrent yang punya dana lebih dan suka dengan kepraktisan, pasir tofu ini pilihan yang pas.

Rekomendasi Pasir Tofu Yang Paling Laris

Pasir Tofu TOHOPETS 5L

Pasir Tofu FOCAT 7L

Pasir Tofu LIFE CAT 7L

Pasir Tofu DR PAW 6L

Pasir Zeloit – Pasir Kucing Untuk Pawrent Yang Rajin

Lanjut ya, sekarang kita bahas pasir kucing andalan Pawmin sehari – hari. Pasir Zeloit.

Pasir zeolit adalah jenis pasir kucing yang terbuat dari pecahan batuan alami zeolit, dikenal karena harganya yang ekonomis, daya serap cairan dan bau yang tinggi, serta kemampuannya untuk didaur ulang dengan cara dicuci dan dijemur ulang. Ini adalah jenis pasir kucing yang bisa dicuci.

Kelebihannya adalah tidak berdebu, ramah lingkungan, dan tersedia dalam berbagai ukuran butiran, namun kekurangannya adalah tidak menggumpal (non-clumping) sehingga kotoran padat perlu dibuang secara manual, dan penyerapan baunya mungkin tidak sebaik jenis pasir lain sehingga perlu dibersihkan lebih sering.

Pawmin pertama kali kenal pasir ini dari mbak – mbak petshop yang bantuin Pawmin saat itu. Waktu itu kucing teras Pawmin numpang beranak, 3 ekor, jadi biar nggak ganggu lingkungan langsung jadi indoor semua.

Karena baru pertama kali punya kucing makanya pas ke petshop sekalian konsultasi sama mbak – mbak yang jaga. Sama mbaknya dikenalin dan disaranin pake pasir zeloit ini, pasir kucing yang bisa dicuci.

Mbaknya jelasin rinci waktu itu, kelebihannya apa aja dan juga ngewanti-wanti soal kekurangannya, karena pasir ini nggak ngegumpal jadi harus rajin dibersihkan manual kotorannya. Mbaknya mempersiapkan Pawmin untuk siap sama hal – hal kotor kayak nyerokin kotoran kucing ke kloset.

Selain jelasin cara handle kotorannya, mbaknya juga ngajarin cara nyuci dan jemur yang baik kayak gimana. Untuk nyuci pasirnya dikasih resep gini, sabun detergen campur sabun cuci piring sebagai penghilang baunya, lalu pasirnya direndem bentar pake air panas sambil diaduk – aduk biar baunya hilang, kalau udah tinggal dibilas bersih lalu di jemur.

Terdengar super simple tapi pas dilakuin awal – awal cukup menantang juga dan cukup bikin sakit pinggang. Tapi harus Pawmin akuin untuk pasir kucing yang bisa dicuci ini tipe paling ramah di kantong.

Selama nunggu pasir zeloit yang sudah dicuci itu kering, litter boxnya bisa diisi dulu dengan pasir zeloit yang lain. Begitu pasirnya kering, prosesnya tinggal diulang lagi kayak diatas untuk batch pasir berikutnya.

Ini tips dari mbaknya yang masih Pawmin terapkan sampai sekarang. Memang kadang pakai pasir tofu juga, tapi hanya kalau Pawmin keluar kota. Kalau harian di rumah ya sistem pasir yang berjalan ya seperti ini, pakai zeloit. Cuci-kering-pake and repeat.

Makanya mbaknya bilang pasir jenis ini tu cocok buat Pawrent yang nggak jijikan, nyari hemat, dan harus rajin bersih – bersih. Nggak boleh kemproh, kata mbaknya.

Tapi Pawmin tahu kalau pasir kucing jenis ini memang tidak untuk semua orang. Pernah ada Pawrent baru yang tanya – tanya soal pasir yang murah dan  Pawmin saranin pasir zeloit sama Pawmin jelasin plus minusnya.

Pawmin malah diketawain, sama dibilang njijiki (menjijikan.red), kalau inget masih suka kesel. Cuma nggak papa, Pawmin sudah mulai sering denger cerita dia ngeluh harga pasir kucing mahal, jadi ya congrats.

Kalau dibandingkan sama pasir kucing jenis lain, zeloit ini memang yang paling murah, super murah malah. Untuk 1 sak 25 kg di pasaran itu harganya 30.000,- – 80.000,-an. Pokoknya nggak lebih 100.000,- biasanya kalau pas Pawmin belanja, itu dah termasuk ongkirnya.

Dan frekuensi belanja pasir kucing kucingpun nggak sering banget, untuk Pawmin sendiri setahun sekali belinya. Untuk pasir zeloit yang lama biasanya Pawmin pakai buat tutupan pasir di pot – pot gitu.

Umumnya di pasaran pasir zeloit ini ada 3 tipe yang bisa dipilih, tipe 1 itu butirannya kecil agak mirip pasir tapi belum yang halus banget, tipe 2 bulirannya lebih besar dari tipe 1 dan kasar, dan yang tipe 3 butirannya yang paling besar, Pawmin pakai yang tipe 3.

Masalah preferensi saja ini, nggak ada alasan khusus. Tetangga Pawmin pakai yang tipe 2, mungkin beliau dan kucingnya lebih nyaman pakai tipe itu.

Kalau habis baca ini dan Pawrent mempertimbangkan untuk pakai pasir kucing jenis zeloit, sekali lagi Pawmin ingetin plus minusnya. Plusnya menyerap bau iya, harga jauh lebih murah iya, tapi minusnya Pawrent harus siap handle kotoran kucing, harus rajin bersih – bersih littre box, harus rajin nyuci pasir.

Sejauh pemakaian sampai hari ini, musuhnya Pawmin cuma kalau pas hujan dan nggak ada matahari. Karena zeloitnya jadi nggak kering sempurna, soalnya cuma bisa diangin – anginkan.

Nggak ganggu kenyamanan sih, anak – anak Pawmin juga tetep buang kotoran di situ. Cuma penyerapan baunya jadi nggak maksimal karena pasirnya masih sedikit basah.

Rekomendasi Pasir Zeloit Yang Hemat, Murah, Dapat Banyak

Pasir Zeloit Repack 1Kg

Pasir Zeloit 6L

Pasir Zeloit 12L

Pasir Zeloit 25Kg

Kesimpulan

Ok kita masuk kekesimpulan, jadi mana dari 3 jenis pasir kucing ini yang terbaik?

Menurut Pawmin, semuanya terbaik. Karena balik lagi kekebutuhan dan situasi tiap – tiap Pawrent kan beda – beda. Jadi nggak etis kalau bikin pernyataan pasir tofu yang terbaik atau pasir zeloit lebih baik, nggak bisa kayak gitu. Yang jelas Pawrent dimanapun pasti akan mengusahakan yang terbaik, ternyaman dan terjangkau untuk anabulnya.

Makasih ya buat yang sudah baca sampai bagian ini. Maaf artikelnya masih random banget, masih lompat – lompat alurnya. Pawmin tahu masih harus banyak belajar lagi untuk bikin artikel yang lebih rapi dan enak dibaca. Pawmin juga mengajak Pawrent semua untuk follow ig dan tiktok Pawmin di @blogkucing101 , kalau di sana Pawmin belajar ngonten. Udah gitu aja, salam cakar.

*gambar pendukung hasil generate AI

Scroll to Top